1 π + = 2.40 di mana : d = draft kapal m Cb = koefisien blok kapal 61 B = lebar kapal m Sedangkan Cb didapat dari : o d B Lpp W Cb γ . . . = 2.41 di mana : Lpp = panjang garis air γ o = berat jenis air = 1,025 kgm 3 Sedangkan koefisien eksentrisitas adalah perbandingan antara energi sisa dengan energi kinetik kapal yang merapat dan dihitung Menghitung Tonase Kotor . Menghitung tonase kotor sebuah kapal adalah prosedur yang agak rumit, karena kebanyakan kapal memiliki bentuk yang asimetris sehingga sulit untuk menghitung volume. Ada banyak cara untuk melakukan penghitungan ini, bergantung pada tingkat presisi yang dibutuhkan dan lembaga yang membutuhkan pengukuran. Menghitung Ce : Ce = ____1_____ 1 + (l / r )² Dimana : Cb = koefisien blok kapal Cm = koefisien massa Ce = koefisien eksentrisitas l = jarak sepanjang permukaan air dari pusat berat kapal sampai titik sandar kapal (m) = ¼ Loa (dermaga) (m) = ¼ x 98 = 24,5 m r = jari – jari putaran disekeliling pusat berat kapal pada permukaan air Untuk bisa menghitung perkiraan waktu tiba kita harus menghitung terlebih dahulu waktu tempuh suatu kapal, serta kita harus memperhatikan perbedaan zona time pada tempat tujuan. Untuk lebih jelasnya perhatikan cara menghitung waktu tiba kapal (ETA) berikut ini. Pada tanggal 01 Januari 2023 Pada pukul 10.00 WIB, Kapal MT. Lokasi ke-enam draft kapal tersebut yaitu seperti contoh gambar berikut ini. 2. MEASURING. Pengukuran Tanki Ballast, Tanki Fresh Water, Tanki Fuel, Tanki Diesel Oil, Tanki Lub Oil, Ukur Nilai Density Perairan, Ukur Nilai Density Cairan dalam tanki-tanki diatas kapal dsb. c. Menghitung kedalaman alur kedalaman air dalam alur elayaran dipengaruhi oleh berbagai faktor dan ditentukan dengan persamaan berikut : + + + + + dimana : H = kedalaman air total d = draft kapal G = gerak vertikal kapal karena gelombang squat R = ruang kebebasan bersih P = ketelitian pengukuran S = pengendapan sedimen antara dua pengerukan K Pada suatu kasus tertentu, ketika kapal terjadi listing akibat ketidakberesan dalam pemuatan, kita dituntut untuk bisa menghitung beban yang harus dimuat agar kapal dapat kembali even keel. Berikut adalah contoh perhitungan beban yang harus dimuat. PROBLEM. Kapal dengan displacement 13750 tonnes memiliki GM = 0.75 m. Kapal ini Arah kapal saat merapat ke dermaga Kedalaman Alur Pelayaran Persamaan yang digunakan untuk mendapatkan kedalaman alur ideal adalah : H = d + G + z + P + R + S + K (Pelabuhan, Bambang Triatmodjo, hal 167, 1997) Dimana: d = draft kapal = 5.4 m G = gerakan vertikal kapal karena gelombang. = 0,5 x B x sin α z = squat = 2,4 ∆. wdK1QZf.